
Semilir hembusan angin musim kemarau
Ditengah tatapan mata dunia yang memancacar,
Dengan sinarnya yang teramat tegas dan menyilaukan
Membakar jiwa –jiwa dan menguapkan air kehidupan,
Tertunduk ketakutan akan berartinya hidup
Di bawah pohon yang berjuang mempertahankan hidup
Silih berganti nafas-nafas kami hirup
Namun tak tertahan
Akarnya kuat mencengkram menghisap sisa-sisa air kehidupan
Tubuhnya tergetar dan daunya mulai mengering tampak lebih kusam dan coklat, Kemudian jatuh perlahan
Dan tegapnya tumbang
Diam..ku meratapi langkah yang tersisa
Cukupkah tersusun untuk mencapai sumber mata air yang menyejukan itu,
Atau menunggu seseorang menghampiriku
Dan kan ku minum setiap tetes keringat mereka …?
Dan aku tetap terdiam….(Habibi.fbc)
Artikel ( By Creative Boys Production )


0 komentar:
Posting Komentar